Selamat Datang

Selamat Datang di Blog Ade Fauji

Tuesday, 16 June 2009

7 Tabiat Yang Berkesan

oleh: Mohamad Yunus
Moderator dan Inspirator - Inspirasi Indonesia
Presiden Bill Clinton menilai bahawa daya saing bangsa Amerika mulai tergeser oleh bangsa Jepun dan negara-negara industri baru di Asia . Salah satu cara untuk mengembalikan keunggulan bangsa Amerika menurut Presiden Clinton adalah dengan menerapkan “The Seven Habits of Highly Effective People”[ Tujuh Kebiasaan Manusia Yang Sangat Efektif ] yang ditulis oleh Dr. Steven R.Covey.

Kalau bangsa Amerika saja yang sudah maju mau belajar dari Steven R.Covey, pasti ada hikmahnya bila kita juga mau mempelajari 7 kebiasaan Covey. Bukankah Rasulullah SAW pernah bersabda: “ Hikmah itu milik orang Islam, di mana pun kamu mendapatkannya ambillah.” Apakah kebiasaan itu?. Kebiasaan adalah pertemuan antara ‘knowledge’ [ pengetahuan ], ‘skill’ [ keterampilan] dan ‘desire’ [ keinginan ]. Menghentikan kebiasaan merokok misalnya, tidak cukup dengan memilikki pengetahuan tentang terdapatnya hubungan negatif antara merokok dengan kesihatan dan mengetahui cara berhenti merokok. Kalau hanya ‘knowlegde’ dan ‘skill diperlukan, tentu tidak ada lagi doktor yang merokok. Mengubah kebiasaan mensyaratkan ketiganya. Berikut adalah 7 kebiasaan manusia yang sangat efektif.

Kebiasaan Pertama, Proaktif. Proaktif bukan sekadar berinisiatif. Proaktif beerti suatu keyakinan bahawa apa pun yang kita perolehi dalam hidup merupakan akibat pilihan respons kita sendiri. Kebiasaan pertama merupakan kesedaran bahaw antara stimulus dan respons terdapat ‘freedom to choose’. Allah berfirman dalam Surah Ar-Rad 13:11, “ Sesungguhnya Allah tidak akan mengubah keadaan sesuatu kaum sehingga mereka mengubah keadaan diri mereka sendiri ”. Ramai orang berfikir bahawa ketidakbahagiaan mereka disebabkan kerana apa yang terjadi pada diri mereka. Padahal yang sebenarnya adalah kerana cara mereka memberi makna atas apa yang terjadi. Selalu ada pilihan untuk bereaksi secara positif terhadap situasi yang negative. Kemampuan untuk memilih respons seperti yang dikemukakan di atas,merupakan fungsi dari kemampuan kita memanfaatkan kurnia Allah berupa Furqon [berupa Al-Quran yang membezakan antara respons yang haq dan yang batil ], ‘independent will’ [ kehendak bebas ], ‘self awareness’ [ kesedaran diri ], ‘conscience’ [ kata hati ] dan ‘imagination’ [ imaginasi ]. Dengan kata lain, kitalah yang memprogramkan kehidupan kita sendiri.

Kebiasaan Kedua, Bermula Dan Berakhir Dalam Fikiran. Kebiasaan kedua adalah kebiasaan memilikki visi, misi dan tujuan. Kebiasaa ini menunjukkan arah dan cara menjalani hidup serta menentukan hal-hal yang penting dalam hidup. Islam mengajar pentingnya goal setting ketika Rasulullah Saw menyatakan setiap perbuatan yang tergantung niatnya. Kebiasaan bermula dan berakhir dalam fikiran mengajar agar kita menulis matlamat kita.

Kebiasaan Ketiga, Buat Perkara Pertama Dahulu. Mendahulukan yang utama merupakan kebiasaan yang menuntut integritas, disiplin dan komitmen. Allah berfirman dalam Surah Al-Mukminun 23:1-3, “ Sungguh berhasil orang-orang mukmin, iaitu orang –orang yang khusyu’ dalam solat mereka dan orang-orang yang berpaling dari perbuatan dan percakapan yang sia-sia ”, dan dalam Surah Al-Ashr 103:1-3, “ Demi masa sesungguhnya manusia dalam kerugian kecuali orang-orang beriman dan beramal soleh, saling berpesan dengan kebenaran dan saling berpesan dengan kesabaran ”. Juga dalam Surah Al-Insyirah 94:7-8, “ Maka apabila engkau telah selesai [ dari suatu urusan ], maka kerjakanlah [ urusan lain ] dengan bersungguh-sungguh dan kepada Tuhanmulah kamu berharap ”. Kebiasaan ketiga menekankan pentingnya memanfaatkan waktu.

Kebiasaan Keempat, Berusaha Untuk Memahami Terlebih Dahulu-Baru [minta ] difahami. Kebiasaan kelima menunjukkan bahawa “ the secret of living is giving ” [ rahsia kehiduan adalah memberi ]. Rasulullah Saw bersabda bahwa tangan di atas lebih mulia daripada tangan yang di bawah. Allah berfirman dalam Surah Al-Zalzalah 99:7-8, “ Barang siapa mengerjakan kebaikan seberat zarah, nescaya dia akan menerima balasannya dan barang siapa mengerjakan keburukan seberat zarah, nescaya dia akan menerima balasannya ” dan dalam Surah Ar-Rahman 55:60-61 “ Tiadalah balasan kebaikan, melainkan kebaikan pula, maka nikmat Tuhanmu yang manakah yang kamu dustakan ”. Juga dalam Surah Al-Baqarah 2:261, “ perumpamaan orang yang memberi di jalan Allah, adalah seumpama sebuah biji yang menumbuhkan tujuh tangkai, pada setiap tangkai berisi seratus biji, dan Allah melipatgandakan bagi siapa yang dikehendaki- Nya, dan Allah Maha Luas [ kurnia-Nya ] lagi Maha Mengetahui.

Kebiasaan Kelima, Berfikir Menang–Menang. Berfikir menang-menang berasal dari karakter yang dicirikan dengan kejujuran [ menyesuaikan kata dengan perbuatan ], integritas [ menyesuaikan perbuatan dengan kata ], matangan [keseimbangan antara ketegasan dan toleransi ], dan mentalitas kelimpahan [ keyakinan bahawa kurnia Allah tersedia tanpa batas bagi sesiapapun yang mengikuti sunnatullahatau ‘causality law’ ].

Kebiasaan Keenam, Wujudkan Sinergi. Bersinergi beerti keseluruhan lebih bernilai daripada jumlah bahagian-bahagianny a. Mengenai pentingnya bersinergi, Khalifah Umar bin Khattab pernah berujar bahawa kejahatan yang terorganisir dapat mengalahkan kebaikan yang tidak terorganisir. Yang harus diingat adalah agar dapat bersinergi setiap anggota memiliki lima kebiasaan di atas iaitu proaktif, bermula dan berakhir dalam fikiran, dahulukan yang utama,berfikir menang-menang dan berusaha memahami dahulu baru difahami. Allah Swt mengingatkan agar kita hanya bersinergi dalam melakukan kebaikan bukan dalam berbuat dosa dan permusuhan [ Al-Maidah 5:2 ]

Kebiasaan Ketujuh, Mengasah Gergaji. Rasulullah mengajar agar kita terus mengasah gergaji fizik, mental, sosial / emosional, dan spiritual ketika beliau bersabda:
“ Orang Islam adalah orang yng begitu sibuk memperbaiki diri, sehingga tidak memilikki waktu lapang untuk mencari-cari aib orang lain. Orang Islam adalah orang yang hari ini lebih baik daripada kemarin dan hari esok lebih baik darihari ini. Amal perbuatan yang paling disukai Allah adalah amal yang dilakukan terus-menerus walaupun sedikit ”.

Bersyukurkah Aku ?

By: Seta A. Wicaksana

“AKU TAK SELALU MENDAPATKAN APA YANG KUSUKAI, OLEH KARENA ITU AKU SELALU MENYUKAI APAPUN YANG AKU DAPATKAN.”


Syukur merupakan kualitas hati yang terpenting. Dengan bersyukur kita akan senantiasa diliputi rasa damai, tentram dan bahagia. Sebaliknya, perasaan tak bersyukur akan senantiasa membebani kita. Kita akan selalu merasa kurang dan tak bahagia.

Ada dua hal yang sering membuat kita tak bersyukur. Pertama : Kita sering memfokuskan diri pada apa yang kita inginkan, bukan pada apa yang kita miliki.

Kita ingin ini dan itu. Bila tak mendapatkannya kita terus memikirkannya. Tapi anehnya, walaupun sudah mendapatkannya, kita hanya menikmati kesenangan sesaat. Kita tetap tak puas, kita ingin yang lebih lagi. Jadi, betapapun banyaknya harta yang kita miliki, kita tak pernah menjadi "KAYA" dalam arti yang sesungguhnya. Kita luruskan pengertian kita mengenai orang ''kaya''. Orang yang "kaya" bukanlah orang yang memiliki banyak hal, tetapi orang yang dapat menikmati apapun yang mereka miliki.

Ada cerita menarik mengenai seorang kakek yang mengeluh karena tak dapat membeli sepatu, padahal sepatunya sudah lama rusak. Suatu sore ia melihat seseorang yang tak mempunyai kaki, tapi tetap ceria. Saat itu juga si kakek berhenti mengeluh dan mulai bersyukur.

Hal kedua yang sering membuat kita tak bersyukur adalah kecenderungan membanding-bandingkan diri kita dengan orang lain. Kita merasa orang lain lebih beruntung. Kemanapun kita pergi, selalu ada orang yang lebih pandai, lebih tampan, lebih cantik, lebih percaya diri, dan lebih kaya dari kita.

Rumput tetangga memang sering kelihatan lebih hijau dari rumput di pekarangan sendiri. Ada cerita menarik mengenai dua pasien rumah sakit jiwa. Pasien pertama sedang duduk termenung sambil menggumam, "Lulu, Lulu".Seorang pengunjung yang keheranan menanyakan masalah yang dihadapi orang ini. Si dokter menjawab, "Orang ini jadi gila setelah cintanya ditolak oleh Lulu." Si pengunjung manggut-manggut, tapi begitu lewat sel lain ia terkejut melihat penghuninya terus menerus memukulkan kepalanya di tembok dan berteriak, "Lulu, Lulu". "Orang ini juga punya masalah dengan Lulu ?" tanyanya keheranan. Dokter kemudian menjawab, "Ya, dialah yang akhirnya menikah dengan Lulu".

Hidup akan lebih bahagia kalau kita dapat menikmati apa yang kita miliki. Karena itu bersyukur merupakan kualitas hati yang tertinggi.

Bersyukurlah !

Bersyukurlah bahwa kamu belum siap memiliki segala sesuatu yang kamu inginkan. Seandainya sudah, apalagi yang harus diinginkan ?

Bersyukurlah apabila kamu tidak tahu sesuatu. Karena itu memberimu kesempatan untuk belajar.

Bersyukurlah untuk masa-masa sulit. Di masa itulah kamu tumbuh.

Bersyukurlah untuk keterbatasanmu. Karena itu memberimu kesempatan untuk berkembang.

Bersyukurlah untuk setiap tantangan baru. Karena itu akan membangun kekuatan dan karaktermu.

Bersyukurlah untuk kesalahan yang kamu buat. Itu akan mengajarkan pelajaran yang berharga.

Bersyukurlah bila kamu lelah dan letih. Karena itu kamu telah membuat suatu perbedaan.

Mungkin mudah untuk kita bersyukur akan hal-hal yang baik. Hidup yang berkelimpahan datang pada mereka yang juga bersyukur akan masa surut. Rasa syukur dapat mengubah hal yang negatif menjadi positif. Temukan cara bersyukur akan masalah-masalahmu dan semua itu akan menjadi berkah bagimu dan bagi siapapun yang ada di sekitarnya karena Kita Bersyukur !

Sunday, 15 March 2009

BELAJAR dan TERUS BELAJAR

Satu hari tidak belajar, itu salah. Tiga hari tidak belajar, itu kemunduran!
Biasakan setiap hari belajar sesuatu yang baru demi kesuksesan hidup yang lebih bernilai!"

Konfusius yang hidup lebih dari 2500 tahun yang lalu, pada masa hidupnya selalu menekankan akan pentingnya sikap belajar bagi setiap manusia, beliau menganalogikan belajar melalui kata mutiaranya yang popular dan masih relevan sampai hari ini, yang berbunyi:

Belajar adalah seperti sebuah perahu kecil yang melawan arus, kalau tidak maju, berarti mundur.

Memang benar…Kalau kita sebagai pendayung perahu kecil yang sedang melawan arus, berarti kita harus dengan sekuat tenaga untuk mengayuh dan mengayuh dayung agar perahu kita bergerak maju, kalau tidak, tentu perahu kecil kita akan mundur terseret oleh arus air.

Ilustrasi tadi sama persis dengan kehidupan kita sebagai manusia, mulai dari kita lahir, tumbuh menjadi anak-anak, remaja, dewasa dan menjadi tua. Sadar atau tidak sebenarnya proses belajar terus menerus terjadi hingga kita meninggal dunia.

Kemajuan yang diciptakan oleh manusia diabad-abad lampau sampai penemuan penemuan di abad modern ini, semua tercipta karena proses belajar yang terus berlangsung, kita ambil contoh di bidang transportasi dari jaman naik kuda lalu penemuan sepeda, motor, mobil dan pesawat terbang. juga di bidang komunikasi, dari penemuan telpon putar, telpon digital, sampai telpon tanpa kabel atau handphone, hingga penemuan dan perkembangan computer tercanggih saat ini dan kemajuan apapun yang akan terjadi nanti, tidak mungkin lolos dari proses belajar, pasti dan pasti melewati kesadaran belajar dan belajar sebagai titik sentralnya.

Begitu pula saat kita menghadapi kesulitan dan kegagalan, proses belajar juga terjadi, sebaliknya saat mengalami kemajuan, jika ingin mencapai hasil yang lebih hebat lagi, tentu harus belajar dan belajar lagi! Jadi kondisi maju ataupun mundur kita harus siap untuk belajar terus.

Selaras dengan pepatah dalam bahasa inggris.

"Learning is never ending adventure".

Belajar adalah petualangan yang tidak pernah berakhir.

Saat ini apapun kondisi kita, jika ingin kehidupan kita lebih bergairah, sukses dan bernilai, maka sikap mental belajar kita harus dibudayakan secara konsisten.
Mari ciptakan suasana belajar, baik di rumah dengan sekeluarga, di kantor dengan teman-teman, atau dimanapun kita berada.

Jangan lewatkan hari-hari tanpa belajar.. Hanya orang yang sadar akan pentingnya belajar dan mampu mempraktekkannya, perjuangan di kehidupannya pasti sukses dan bernilai!
Sekali lagi :

" Satu hari tidak belajar, itu salah. Tiga hari tidak belajar, itu kemunduran! Mari biasakan setiap hari belajar sesuatu yang baru demi kesuksesan hidup yang lebih bernilai"

Selamat belajar!

Salam penuh cinta, penuh senyum, penuh semangat...

Friday, 6 March 2009

THE JAPANESE FISHING STORY

The Japanese have always loved fresh fish. But the waters close to Japan have not held many fish for decades. So to feed the Japanese population, fishing boats got bigger and went farther than ever.

The farther the fishermen went, the longer it took to bring in the fish. If the return trip took more than a few days, the fish were not fresh. The Japanese did not like the taste.

To solve this problem, fishing companies installed freezers on their boats. They would catch the fish and freeze them at sea. Freezers allowed the boats to go farther and stay longer.

However, the Japanese could taste the difference between fresh and frozen and they did not like frozen fish. The frozen fish brought a lower price.

So fishing companies installed fish tanks. They would catch the fish and stuff them in the tanks, fin to fin. After a little thrashing around, the fish stopped moving. They were tired and dull, but alive.

Unfortunately, the Japanese could still taste the difference. Because the fish did not move for days, they lost their fresh-fish taste. The Japanese
preferred the lively taste of fresh fish, not sluggish fish.

So how did Japanese fishing companies solve this problem? How do they get fresh-tasting fish to Japan? If you were consulting the fish industry, what would you recommend?

Too Much Money


As soon as you reach your goals, such as finding a wonderful mate, starting a successful company, paying off your debts or whatever, you might lose your passion. You don't need to work so hard so you relax.

You experience the same problem as lottery winners who waste their money, wealthy heirs who never grow up and bored homemakers who get addicted to prescription drugs.

Like the Japanese fish problem, the best solution is simple. It was observed by L. Ron Hubbard in the early 1950's.

"Man thrives, oddly enough, only in the presence of a challenging environment."- L. Ron Hubbard

The Benefits of a Challenge

The more intelligent, persistent and competent you are, the more you enjoy a good problem.

If your challenges are the correct size, and if you are steadily conquering those challenges, you are happy.

You think of your challenges and get energized. You are excited to try new solutions. You have fun.

You are alive!

How Japanese Fish Stay Fresh

To keep the fish tasting fresh, the Japanese fishing companies still put the fish in the tanks. But now they add a small shark to each tank. The shark eats a few fish, but most of the fish arrive in a very lively
state.

The fish are challenged.

Recommendations

Instead of avoiding challenges, jump into them. Beat the heck out of them. Enjoy the game. If your challenges are too large or too numerous, do not give up. Failing makes you tired. Instead, reorganize. Find more determination, more knowledge,more help.

If you have met your goals, set some bigger goals. Once you meet your personal or family needs, move onto goals for your group, the society, even mankind.

Don't create success and lie in it. You have resources, skills and abilities to make a difference. Put a shark in your tank and see how far you can
really go!


By: Bernard Lee

Friday, 20 February 2009

Sukses Bisnis dan Soal SDM

Memilih anak buah (karyawan) dan sukses entrepreneur

Banyak orang yang masih kurang care atau menganggap sepele dalam merekrut anak buah atau staff ketika memulai usaha. Yang penting asal mau diajak bergabung dan mau dibayar murah, namun kurang melihat bagaimana kemampuan anak buah itu untuk diajak berlari memajukanbisnis. Artinya yang dilihat hanya 'harganya' sekarang (present value) yang bisa dibayar murah, disisi lain kurang memperhatikan nilai masa depannya (future value).

Padahal kualitas anak buah (pada SDM kita) itu sangat menentukan. Maklum seorang entrepreneur tak mungkin melakukan semuanya sendiri. Tangan dia hanya dua, kaki juga dua, dan indra pikir (otak) dia juga hanya satu. Sehebat apapun seorang entrepreneur dia pasti punyaketerbatasan karena itu butuh orang-orang lain di sekitarnya yang bisa ia delegasikan tugas dengan kualitas hasil yang kurang lebih sama bagus dibanding kalau ia sendiri yang melakukannya. Syukur-syukur kalau bisa mengerjakan lebih bagus daripada ia sendiri yang melakukan.

Sejauh yang saya tahu, entrepreneur besar yang kemudian sukses melairkan perusahaan2 besar, juga didukung oleh para anak buah yang hebat yang mampu menerjemahkan keinginan owner, mampu bekerjasama, loyal, dan mau mencari ide-ide terobosan bisnis tanpa diomelin si
owner sekalipun. Mari kita bercermin dari kasus Astra. Kenapa Astra? Bagaimanapun Astra adalah salah satu perusahaan terbesar dan tersukses di Indonesia, dan juga menerapkan sistem manajerial yang oleh para ahli disebut-sebut sebagai yang terbaik di Indonesia.

Astra bisa besar dan menggurita seperti sekarang tak lepas dari perintisnya, yakni om William Suryajaya. Beliau adalah pendiri Astra yang awalnya bisnisnya juga trading, mensuplai kebutuhan beberapa instansi, sebelum menjadi raja otomotif. Banyak orang yang tak tahu kalau kalau Astra besar juga karena Om William punya beberapa anak buah yang hebat saat perintisan yang notabene adalah beberapa keponakannya sendiri. Sebut saja Pak TP Rachmat dan Pak Teddy Tohir -- masih ada beberapa yang lain.

Mereka ini sudah ikut Om William dari jaman susahnya dulu. Tapi mereka inilah anak buah yang berbakat yang memberikan kontribusi besar kepada si owner (entrepreneur) . Selain bekerja keras, juga capable dan punya visi. Terbukti Astra kemudian besar dan para anak buah itu kemudian juga mandiri menjadi enterpreneur yang sukses. Tedy Thohir kemudian sukses mendirikan bisnis sendiri Group Wahana (dealership dan financing untuk sepeda motor) -- Wom Finance. Sekarang bisnis dia sudah diteruskan anak-anaknya (Garibaldi Tohir dan Erick Tohir). TP Rachmat juga demikian. Orang ini, setelah lama menjadi Presdir Group Astra setelah era Om William, ia juga mendirikan usaha sendiri, Triputra Group yang kini juga menjadi salah satu kelompok usaha besar di Indonesia. Saya kira orang Astra pasti mengakui Astra bisa besar
salah satunya karena andil TP Rachmat, karena orang inilah yang membangun sistem di Astra. Dai juga cukup lama menjadi presdir Astra sebelum kahirnya mengundurkan diri.

Bagi para pemula bisnis, memang tidak mudah meniru langkah Om William, mencari anak-anak buah dari keluarga dekat yang hebat dan masih mau dibayar murah saat merintis bisnis. Yang penting saya kira semangatnya, cari anak buah terbaik sejauh yang bisa dilakukan. Jangan asal comot. Bagaimanapun kemajuan bisnis amat ditentukan SDM-nya. Kebetulan saya pernah tanya ke Pak TP Rachmat, apa rahasia beliau membesarkan Astra dan juga bisnis sendiri, jawabnya, ialah SDM. Punya tim yang hebat. Beliau kalau mau masuk di bisnis baru bukan bidangnya dulu yang dicari, namun orangnya dulu. Ada nggak orang yang siap beliau tempatkan sebagai CEO, GM, sbg. Beliau orang yang sangat concern dengan man management atau people management dan inilah salah satu pilar terpenting dalam bisnis. Kata beliau "kalau kita punya tim atau anak buah yang bagus sudah seperti Rinso, bisa mencuci sendiri".

Saya juga tahu banyak soal Astra dari relasi saya Pak Harijanto, beliau mantan tim-nya Pak TP Rachmat di Astra yang kemudian juga sukses menjadi entrepreneur. Pak Harijanto, pengusaha sepatu yang kini punya 9.000-an karyawan, juga menerapkan man management ala Astra di
perusahaannya. Dari mulai cara rekruitmen hingga bagaimana mengelola anak buah (soal upah dll). Makanya di perusahaan Pak Harijanto ini cukup harmonis meski pekerjanya ribuan orang. Beliau masih bisa nyanyi bersama dan dangdutan bersama karyawannya atau makan bersama di kantin perusahaan. Ini nggak gampang lho, apalagi saat ini banyak pemilik perusahaan yang datang ke pabriknya sendiri takut. Takut didemo, takut dikeroyok, takut dilempari kerikil, dll, karena soal upah dan sistem ketenagakerjaan yang kurang baik. Makanya ada beberapa pabrik yang dibakar atau disandera oleh karyawannya sendiri. Tragis. Mungkin pemiliknya menangis juga kenapa dia yang punya perusahaan tapi mau masuk pabriknya sendiri tak boleh. Tapi itu bisa jadi itu tuah dari ulahnya sendiri, karena tidak menerapkan man/people management yang
baik, adil dan transparan.

Salam sukses dan sejahtera

by:Darmaactivation

Wednesday, 18 February 2009

Kisah Gadis Buta

Ada seorang gadis buta yang membenci dirinya sendiri karena kebutaannya itu. Tidak hanya terhadap dirinya sendiri, tetapi dia juga membenci semua orang
kecuali kekasihnya. Kekasihnya selalu ada disampingnya untuk menemani dan menghiburnya. Dia berkata akan menikahi kekasihnya hanya jika dia bisa melihat
dunia.

Suatu hari, ada seseorang yang mendonorkan sepasang mata kepadanya sehingga dia bisa melihat semua hal, termasuk kekasihnya. Kekasihnya bertanya, "Sekarang
kamu bisa melihat dunia. Apakah kamu mau menikah denganku?" Gadis itu terguncang saat melihat bahwa kekasihnya ternyata buta. Dia menolak untuk menikah
dengannya.

Kekasihnya pergi dengan air mata mengalir, dan kemudian menulis sepucuk surat singkat kepada gadis itu, "Sayangku, tolong jaga baik-baik mata saya."

Kisah di atas memperlihatkan bagaimana pikiran manusia berubah saat status dalam hidupnya berubah . Hanya sedikit orang yang ingat bagaimana keadaan hidup
sebelumnya dan lebih sedikit lagi yang ingat terhadap siapa harus berterima kasih karena telah menyertai dan menopang bahkan di saat yang paling menyakitkan.

Hidup adalah anugerah

Hari ini sebelum engkau berpikir untuk mengucapkan kata-kata kasar - Ingatlah akan seseorang yang tidak bisa berbicara.
Sebelum engkau mengeluh mengenai cita rasa makananmu - Ingatlah akan seseorang yang tidak punya apapun untuk dimakan.
Sebelum engkau mengeluh tentang suami atau isterimu - Ingatlah akan seseorang yang menangis kepada Tuhan meminta pasangan hidup.

Hari ini sebelum engkau mengeluh tentang hidupmu - Ingatlah akan seseorang yang begitu cepat pergi ke surga.
Sebelum engkau mengeluh tentang anak-anakmu - Ingatlah akan seseorang yang begitu mengharapkan kehadiran seorang anak, tetapi tidak mendapatnya.
Sebelum engkau bertengkar karena rumahmu yang kotor, dan tidak ada yang membersihkan atau menyapu lantai - Ingatlah akan orang gelandangan yang tinggal
di jalanan.
Sebelum merengek karena harus menyopir terlalu jauh - Ingatlah akan seseorang yang harus berjalan kaki untuk menempuh jarak yang sama.

Dan ketika engkau lelah dan mengeluh tentang pekerjaanmu - Ingatlah akan para pengangguran, orang cacat dan mereka yang menginginkan pekerjaanmu.
Sebelum engkau menuding atau menyalahkan orang lain - Ingatlah bahwa tidak ada seorang pun yang tidak berdosa dan kita harus menghadap pengadilan Tuhan.
Dan ketika beban hidup tampaknya akan menjatuhkanmu - Pasanglah senyuman di wajahmu dan berterima kasihlah pada Tuhan karena engkau masih hidup dan ada
di dunia ini.

Hidup adalah anugerah, jalanilah, nikmatilah, rayakan dan isilah itu.

NIKMATILAH SETIAP SAAT DALAM
HIDUPMU, KARENA MUNGKIN ITU TIDAK AKAN
TERULANG LAGI!

(Source : Rachel)
by zulhelmi.burhan

Monday, 16 February 2009

Nama bulan dalam Islam

Berikut adalah nama bulan Islam dan asal-usulnya (yang kebanyakannya muncul sebelum Islam lagi). Kebanyakan nama tersebut timbul sempena cuaca ketika suatu peristiwa besar berlaku ataupun sempena peristiwa besar tersebut. Walau bagaimanapun, oleh kerana semuanya adalah nama bulan dan bulan berubah 11 hari lebih awal setiap tahun, maka, musim atau peristiwa asal tidak begitu mempengaruhi nama sesetengahnya kini.

  1. Muharam al-Haram (dipendekkan kepada Muharram – محرّم)
    • Bulan ini mengambil perkataan "Haram" yang bermaksud terlarang. Ini disebabkan budaya atau tradisi Arab mengharamkan sebarang peperangan pada bulan ini. Selepas munculnya Islam, Allah meneruskan budaya ini lantas menjadi satu antara empat bulan haram dalam Islam.

  2. Safar (ﺻﻔﺮ)
    • Perkataan in bermaksud tiupan angin. Ketika nama tersebut mula diguna pakai, kemungkinan yang ketika itu adalah waktu yang berangin. Safar juga menunjukkan yang masyarakat Arab (badwi) meninggalkan rumah mereka.

  3. Rabiulawal (ﺭﺑﻴﻊ ﺍﻷﻭﻝ)
    • Bulan pertama musim bunga iaitu masa ketika bulan tersebut dinamakan.

  4. Rabiulakhir (ﺭﺑﻴﻊ ﺍﻷﺧﻴﺮ/'ﺭﺑﻴﻊ ﺍﻟﺜﺎﻧﻲ)
    • Bulan kedua musim bunga.

  5. Jamadilawal (ﺟﻤاﺪ ﺍﻷﻭﻝ)
    • Bulan pertama musim panas. "Jumada" bermaksud kering.

  6. Jamadilakhir (ﺟﻤاﺪ ﺍﻷﺧﻴﺭ/ﺟﻤاﺪ ﺍﻟﺜﺎﻧﻲ)
    • Bulan kedua musim panas. Jamada, juga bulan yang lain juga lebih sejuk, yang membawa maksud telaga menyejuk adalah suatu yang biasa ketika itu.

  7. Rejab (ﺭﺟﺐ)
    • Satu lagi bulan suci yang mengharamkan perlawanan atau peperangan dan salah satu bulan yang dihormati. Ia juga dikenali sebagai Rajab al Fard. Fard bermaksud keseorangan; kerana tiga bulan suci yang lain berada jauh dan berturutan berbanding Rejab di tengah-tengah.

  8. Syaaban (ﺷﻌﺒاﻦ)
    • Bulan ini terbit dari perkataan "syu'ba", bermaksud berpecah/menyimpang. Masyarakat Arab dahulu sering keluar dan berpecah untuk mencari air.

  9. Ramadan (ﺭﻣﻀاﻦ)
    • Diambil daripada perkataan "ramda", yang bermaksud batu panas. Ini menceritakan ketika nama tersebut diberikan, keadaan amat panas ketika itu.

  10. Syawal (ﺷﻮﺍﻝ)
    • Diambil daripada perkataan yang membawa maksud, apabila unta betina bunting. Ketika nama bulan ini diberikan, lazimnya unta betina bunting pada ketika itu.

  11. Zulkaedah (ﺫﻭ ﺍﻟﻘﻌﺪة)
    • Diambil daripada perkataan "qa'ada" bermaksud untuk duduk. Inilah bulan suci ketiga yang mengharamkan sebarang pertempuran. Kebanyakan orang juga mula menghentikan aktiviti perniagaan mereka untuk duduk dan bersedia untuk menunaikan Haji.

  12. Zulhijah (ﺫﻭ ﺍﻟﺤﺠة)
    • Ini adalah bulan suci terakhir dalam setahun dan dilarang melakukan sebarang pertempuran kerana pada bulan ini, haji dilaksanakan. Perkataan tersebut juga mengambil perkataan "haji" sebagai rujukan nama bagi bulan haji ini.
sumber :http://ms.wikipedia.org/wiki/Takwim_Hijrah